Sistem Kerja Orang Pendatang di Papua

0

Gambaran Sistem Kerja Orang Pendatang di Papua (Menurut Pengakuan Seorang Non-Papua yang nama nya tidak mau di sebut nama Nya)

Seorang non-Papua menyampaikan pengakuan mengenai pola atau sistem yang sering digunakan oleh sebagian orang pendatang ketika ingin bekerja di Papua.


1. Latar Belakang Mereka Datang ke Papua


Menurut pengakuannya, di daerah asal mereka persaingan kerja sangat ketat. Lapangan pekerjaan terbatas, sementara jumlah pencari kerja sangat banyak. Karena itu, banyak orang bermimpi untuk bekerja di Papua.


Papua dipandang sebagai daerah yang:

Masih memiliki banyak peluang kerja

Perputaran uang relatif besar

Banyak proyek pembangunan

Ada peluang menjadi PNS

Ada perusahaan besar seperti PT Freeport

Atau peluang kerja lain di pemerintahan maupun swasta

Papua akhirnya dianggap sebagai “tanah peluang” bagi sebagian pendatang.


2. Cara Masuk dan Mendapatkan Pekerjaan


Pengakuan tersebut menjelaskan bahwa sistem yang sering dipakai adalah sistem jaringan (network).


Langkah-langkahnya biasanya:


1. Menghubungi keluarga, teman, atau kenalan yang sudah lebih dulu bekerja di Papua.


2. Mencari informasi peluang kerja melalui orang dalam.


3. Jika memiliki keluarga atau teman dekat di posisi strategis (misalnya kepala bagian, pejabat, atau pegawai senior), peluang lebih besar.


4. Bahkan terkadang informasi lowongan tidak diumumkan secara terbuka, tetapi langsung disampaikan ke keluarga atau orang dekat.


5. Setelah datang ke Papua, langsung bekerja melalui rekomendasi atau koneksi tersebut.


Pola ini disebut sebagai pola jaringan keluarga atau sistem kedekatan.


3.Dampak yang Dilihatnya di Papua


Orang tersebut juga mengaku melihat kenyataan yang menurutnya pahit, yaitu:


Orang asli Papua justru sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.


Dalam beberapa instansi, meskipun bupati atau gubernurnya orang Papua, posisi asisten atau staf dekat sering diisi oleh orang pendatang.


Ruang kerja bagi orang asli Papua terasa semakin sempit.


Ketika satu orang pendatang mendapatkan posisi, ia akan memanggil keluarga atau kenalan dari luar Papua untuk ikut bekerja.


Pola ini berulang terus menerus.


Ia menyampaikan hal ini karena merasa prihatin dan berbicara berdasarkan hati nurani.


4.Pola yang Terjadi


Menurut pengakuan tersebut, polanya seperti ini:

1. Satu orang pendatang berhasil masuk dan mendapat posisi.

2. Ia kemudian memanggil keluarga/teman dari daerah asal.

3. Mereka mengisi posisi-posisi lain.

4. Jika sudah berhasil, jaringan itu semakin kuat.

5. Kesempatan bagi orang lokal menjadi lebih sempit.


Ini adalah sistem berbasis jaringan keluarga dan solidaritas sesama pendatang.


5. Inti Cerita

Inti dari pengakuan tersebut adalah:

Papua dianggap sebagai daerah peluang ekonomi.

Sistem jaringan keluarga menjadi strategi utama pendatang.

Ada keprihatinan bahwa orang asli Papua justru tersisih dalam ruang kerja di tanahnya sendiri.

Pola ini berlangsung berulang dan terstruktur melalui relasi kedekatan.

Dalam praktiknya, sering kali yang menjadi penentu bukan lagi latar belakang pendidikan, asal universitas, atau gelar yang dimiliki, melainkan seberapa kuat jaringan dan kedekatan dengan “orang dalam”. Dengan sistem seperti ini, seseorang bisa memperoleh posisi tertentu bukan semata-mata karena kompetensi, tetapi karena relasi.

Akibatnya, banyak orang asli Papua yang sebenarnya sudah menempuh pendidikan tinggi, memiliki gelar, dan memenuhi syarat, justru menganggur atau tidak mendapatkan ruang kerja yang layak. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena posisi yang tersedia sudah lebih dulu diisi melalui sistem kedekatan dan jaringan tertentu.

Kondisi ini tentu menimbulkan rasa ketidakadilan dan keprihatinan. Jika Pemerintah Papua benar-benar ingin berpihak kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, maka persoalan sistem rekrutmen dan praktik “orang dalam” ini perlu menjadi perhatian serius.

Diperlukan sistem yang transparan, adil, dan berbasis kompetensi, serta proteksi yang nyata bagi masyarakat lokal agar mereka memperoleh kesempatan yang setara di tanahnya sendiri.

" Ketika memberikan posisi jabatan kepada salah satu orang pendatang maka itu akan menjadi pintu untuk orang non papua untuk menguasai sektor tersebut "

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top